Kamis, 08 November 2012


Mengenal Sekilas Demam pada Balita

oleh : Vera Apriliyanti Lestari

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh di atas normal. Menurut Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K) , anak dikatakan  demam apabila suhu tubuh yang diukur dari ketiak menunjukkan suhu di atas 37,5 C. Selanjutya suhu tubuh diukur setiap 6 jam, apabila hanya pada satu kali pengukuran saja sepanjang hari tersebut ditemukan suhu diatas normal, tidak dianggap demam. Dikatakan demam, apabila anak ditemukan paling sedikit dua kali pengukuran suhunya di atas normal.  Namun, sepanjang dia masih aktif, orang tua tidak perlu terlalu khawatir, karena berarti anak belum menderita sakit berat. Tanda anak sakit berat akan terlihat sayu, tidur gelisah, tidak mau main, tidur terus sepanjang hari, aktivitas menurun, nafsu makan menghilang, rewel, dan lain sebagainya.

Penyebab Demam
Demam pada bayi dan balita disebabkan oleh:
a.       Batuk
b.      Pilek
c.       Radang tenggorokan
d.      Diare
e.       Imunisasi, misalnya: DPT, Campak
f.       Infeksi, masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh, misalnya: infeksi pada saluran pernafasan, infeksi saluran kencing

Beberapa komplikasi demam antara lain:
a.       Dehidrasi atau kekurangan cairan
Ø  Tanda: anak menangis tanpa air mata, mulut dan bibir kering, selalu merasa haus, air kencing keluar sedikit dan berwarna gelap, ada kalanya tidak keluar sama sekali, mata cekung. Pada bayi bias dilihat ubun-ubun yang menjaci cekung, mengantuk, kulit pcat atau kekenyalan tubuh berkurang dan bekas cubitan tidak  cepat kembali normal.
b.      Kejang demam
Kejang demam adalah kejanng yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak yang mengalami demam tanpa infeksi system saraf. Selama kejang bayi atau anak dapat kehilangan kesadaran disertai gerakan lengan dan kaki atau justru disertai kekakuan tubuhnya.

Demam Bukanlah Penyakit

     Demam tidak tinggi, terjadi saat anak ataupun orang dewasa kekurangan cairan atau dehidrasi, sehingga suhu tubuh menjadi naik.
    Demam tingggi, terjadi saat infeksi virus atau bakteri menyerang, sehingga terjadi peningkatan pirogen (zat pencetus panas). Infeksi antara lain menyerang saat kulit terluka, infeksi pernafasan, infeksi telinga, influenza, selesma, campak, demam berdarah, TBC, typhus, infeksi saluran kemih, da n lain sebagainya. Saat virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, sel darah putih melepaskan beberapa zat, termasuk pirogen yang berfungsi mengerahkan sel-sel darah putih ke lokasi untuk menyerang patogen dan juga menimbulkan panas sebagai mekanisme untuk melawan patogen. Selain karena infeksi, demam juga bisa disebabkan inflamasi (peradangan), keganasan  (misal, penyakit tumor, kanker), bayi saat tumbuh gigi, maupun gangguan pada pusat syaraf pengaturan suhu tubuh.

Penanganan Demam pada Bayi dan Balita
a.       Banyak minum air hangat.
b.      Memakai pakaian yang longgar, tipis dan mudah menyerap keringat.
c.       Bila pakaian basah harus segera diganti
d.      Kurangi aktivitas
e.       Jangan memakai selimut yang terlalu tebal
f.       Berikan kompres air hangat
Caranya:
Ø  Periksa suhu badan dengan punggung tangan atau thermometer
Ø  Kompres air hangat dalam Waskom, memakai waslap atau handuk kecil di ketiak atau lipatan paha atau di dahi dan lipatan tangan
Ø  Ulangi mengompres tiap 15-20 menit sambil mengukur suhu
Ø  Keringkan tempat yang  basah

Obat Penurun Panas
Kapan saat yang tepat untuk memberikan obat antipiretik atau penurun panas pada anak? Jika anak tidak menunjukkan perilaku kegawatdaruratan, ceria, aktif, masih bisa bermain, dan suhu tubuhnya masih di bawah 38 C, maka obat antipiretik belum diperlukan. Perlu diingat bahwa obat antipiretik hanya berfungsi untuk menurunkan panas saja, namun tidak mengobati penyebab demamnya. Namun, jika anak gelisah, rewel, tidak nyaman, lemas, dan suhu tubuhnya di atas 38 C, maka segera berikan obat antipiretik. Berikan obat antipiretik yang aman untuk anak, seperti parasetamol, asetaminofen, dan ibuprofen sesuai dengan takaran dan usia anak. Hentikan pemberian obat saat suhu tubuh mulai turun, supaya tidak menutupi gejala yang akan memberikan petunjuk mengenai penyakit yang menyerang.

Pertolongan Pertama

Bila suhu tubuh anak terasa panas, orang tua tidak perlu terburu-buru ke dokter. Berikan pertolongan pertama dengan :

1.      Biarkan anak istira hat ditempat yang nyaman. Pakaikan baju yang longgar dan nyaman serta jangan diselimuti kain yang tebal, karena bisa mengganggu keluarnya panas tubuh, kecuali anak menggigil kedinginan.
2.      Kompreslah menggunakan air hangat. Jangan gunakan es atau air dingin karena bisa mengakibatkan anak menggigil kedinginan, dan jangan gunakan alkhohol, karena bisa mengakibatkan iritasi kulit. Kompreslah kening, perut, atau bagian-bagian tubuh lain yang panas.
3.      Perbanyak cairan dengan minum air putih atau cairan  lain seperti ASI, susu, kuah sayuran, syrup, atau jus buah, untuk menghindari dehidrasi. Hindari makanan berlemak dan makanan yang sulit dicerna, supaya tidak membebani saluran cerna.
4.      Jika panas lebih dari 38 C, maka berikan obat antipiretik (penurun panas). Saat demam turun, hentikan pemberian obat antipiretik supaya tidak menutupi gejala penyakit berikutnya.
Jika demam berlanjut, bawalah anak ke dokter untuk mendapatkan pertolongan berikutnya.

Meskipun demam bukanlah penyakit, tapi orang tua harus selalu waspada karena bahaya bisa saja mengancam di baliknya. Apalagi untuk demam tinggi yang berturut-turut selama tiga hari atau demam yang naik turun, disertai kondisi anak yang semakin lemah, maka perlu dilakukan observasi yang lebih mendalam oleh dokter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar