Senin, 12 November 2012

Arti Tangisan Bayi



Arti Tangisan Bayi
Oleh : Oktovia Lilaeni

 
Menangis merupakan satu-satunya cara bayi untuk berkomunikasi. Bagi para ibu, khususnya yang baru pertama kali memiliki momongan wajib untuk mengenali arti dan maksud setiap tangisan sang buah hati.
Banyak maksud dibalik setiap tangisannya, bisa jadi karena bayi Anda lapar, haus, popok yang basah dan mungkin ada yang sakit atau merasa kurang nyaman. Meskipun secara sepintas suara tangisan bayi itu sama, namun Anda perlu untuk lebih memahami setiap tangisannya agar kebutuhannya bisa cepat terpenuhi.
Berikut ini beberapa tangisan pada bayi yang bisa anda kenali
1.      Menangis berulang-ulang
Ini menandakan bayi Anda mulai lapar, segeralah berikan ASI atau susu sambung sesuai kebutuhannya. Biasanya bayi merasa lapar setiap 2 jam sekali.
2.      Menangis pelan kemudian keras
Tangisan seperti ini umumnya menandakan bayi merasa kurang nyaman, bisa karena mengompol, pup atau ada sesuatu yang mengganjal di sekitar punggung dan leher, segera lakukan pemeriksaan agar si bayi bisa kembali ceria.
3.      Suara tangisan yang menjerit keras
Jeritan bayi saat menangis bisa disebabkan karena si bayi merasa ada yang sakit pada anggota tubuhnya, cara memastikannya mudah saja, Anda cukup memegang bagian tubuh mulai dari kepala lalu raba dan goyang-goyangkan secara perlahan sembari perhatikan suara tangisannya. Seandainya saat Anda menggoyangkan bagian tubuh tertentu lalu bayi seketika menangis lebih keras, bisa dipastikan bagian tubuh itu yang sedang merasa sakit.
Jika bayi tetap menangis meski cara diatas sudah dilakukan, mungkin saja bayi Anda merasa jenuh dan bosan. Segera gendong buah hati Anda dan ajaklah bermain. Berikan mainan yang banyak terdapat warna dan suara-suara.
            Seiring bertambahnya umur bayi, penanganannya juga berbeda. Untuk bayi berumur lebih dari 9 bulan, menangis yang paling umum adalah ketika dia tidak bisa melakukan apa yang dia inginkan. Ini adalah moment krusial bagi bayi, penanganan menangis dari orang tua yang salah dan disertai emosi sangat berpotensi mengurangi kelekatan bayi dengan orang tuanya. Selain itu si bayi bisa merasa kurang diperhatikan. Tangani setiap masalah tangis pada bayi dengan penuh sabar dan kelembutan, jangan jadikan ini beban karena menangis memang masih merupakan satu-satunya cara bagi si buah hati untuk menyampaikan keinginan dan berbicara dengan Anda.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar